Kalian pernah gak merasa sangat nyaman dengan seseorang?
Seseorang yang bisa menerima kita apa adanya baik di kondisi senang maupun
susah, layaknya keluarga. Dan kita gak perlu jaim saat berhadapan dengan dia.
Gue punya. Keberadaannya seperti keluarga. Gue bisa menjadi apapun dan
bercerita apapun ke dia. Tapi satu hal yang gak bisa gue cerita ke dia. Gue
sayang dia.
Dia adalah sahabat gue. Sahabat yang selalu ada buat gue. Saat
gue lagi happy dia ada. Pas gue lagi terpuruk dia nemenin gue dan menghibur
gue. Begitupun gue ke dia. Pas dia lagi susah gue ada. Trus ketika dia lagi
seneng biasanya kita merayakannya bareng. Gue kira dia jodoh gue. Sampai suatu
ketika dia memberi kabar bahwa dia akan bertunangan dengan orang lain.
Selamat. Kata itu terucap kelu dari mulut gue. Ada perasaan
menyesal tiada tara saat dia memberi kabar buruk bahagia itu. Gue
menyesal kenapa gue gak pernah punya keberanian buat mengatakan gue sayang dia.
Gue meringkuk menyesali kebodohan gue selama ini. Tersiksa sendiri.
Sampai akhirnya gue nekat bilang ke dia. Gue tahu itu salah.
Gue tahu dia sudah bersama orang lain. Gue tahu gue bisa dicap sebagai pelakor
dan segala macamnya. Gue tahu. Tapi gue gak mau tersiksa. Gue harus bilang.
Bukan agar perasaan ini diterima, tapi agar gue lega.
Ya, mungkin memang benar apa yang dikatakan orang. Yang
selalu ada akan kalah dengan yang berani mengatakan.
Komentar
Posting Komentar