Untuk
ke sekian kali gue dibuat tercengang oleh tingkah makhluk yang bernama manusia.
Asli, manusia itu ajaib banget. Paling bisa ngomong “tempe”, eh yang dilakuin “cabe”.
Paling bisa membatalkan janji tanpa ngasih tahu lebih dulu. Paling bisa punya
utang tapi gak dibayar-bayar. Paling bisa dimintai tolong awalnya bilang “ya”
besoknya bilang “gak” tanpa alasan yang jelas, padahal dulunya kalau mereka
minta tolong selalu dibantu. Bisa gitu ya? Bisa gitu semudah itu?
Kadang
gue mikir, mereka gak merasa apa kalau pas mereka membatalkan janji ada orang
yang meluangkan waktu sedemikian rupa di tengah kesibukannya. Mereka gak mikir
apa kalau dibalik utang yang belum mereka bayar ada orang yang bingung besok beli
makan pakai apa. Mereka gak merasa apa bahwa ketika ada orang yang minta tolong
pada mereka ada orang yang bergantung sama mereka.
Gue
yang pernah di posisi itu rasanya mau nangis. Kenapa kebaikan kadang dibalas dengan cara seperti
itu. Sampai suatu ketika temen gue bilang, “Tidak ada yang salah dengan berbuat
baik, yang salah itu justru orang yang tidak berbuat baik. Jadi jangan pernah
berhenti berbuat baik.”
Gue
setuju sama pendapat itu. Bahkan sekarang cara gue membalas orang yang “jahat”
sama gue adalah dengan kebaikan. Gue baik-baikin tuh orang sampai orang itu
malu. Gak patut ditiru sih niatnya. Cuma gue merasa lebih puas seperti itu.
Yah, minimal kalau gak malu, orangnya berubah jadi baik. Karena menurut gue,
kejahatan dibalas kejahatan cuma bikin luka batin, menguras emosi dan energi.
Gak penting.
Dari
kejadian “sekarang tempe besok cabe” ini gue dapet pelajaran bahwa orang yang
baik adalah orang yang hati, kata dan perbuatannya sama. Kejadian ini juga mengajarkan
gue bahwa gak sepatutnya gue percaya 100% sama makhluk yang bernama manusia. Cukup
percaya dan berharap sama Tuhan.
Komentar
Posting Komentar